Langsung ke konten utama

ANTARA KEBAHAGIAAN DAN KETERTINDASAN




Oleh :
Muti


Pengertian ketertindasan kerapkali kita ekuevalenkan dengan ketertindasan atas high clash terhadap under class. Akan tetapi lebih konkrit dan fundamental—menurut hemat penulis—yakni ketertindasan membiarkan ‘punggawa hidup’ sosok yang digambarkan sebagai punggawa hidup oleh tokoh-tokoh pejuang yaitu wanita, selain daripada itu pula direpresentasikan oleh beberapa aktivis misalnya Soe Hok Gie adalah sosok perempuan yang hidup bersama cinta antara kekasih. Apa wujud korelasi kedua hal tersebut antara wanita dengan ketertindasan. Sejauh ini realitas yang tergambarkan bahkan didiuraikan dalam diskursus-diskursus bertalian antara masalah gender di mana wanita hanyalah diposisikan sebagai seorang yang tidaklah mengambil peran signifikan di dalam masyarakat. Adapun selain daripada itu, terkadang wanita tidaklah memperoleh kebahagiaan dari lelaki. Kebahagiaan yang diberikan oleh lelaki hanyalah berupa pemenuhan cinta fisik memberikan sewajarnya hal-hal materil. Tanpa adanya pemaknaan subtansi kasih sayang. Secara romantisme bahasa yang dikenal seperti ‘cinta hidup semati’. Lagi-lagi wanita atau perempuan sangatlah membutuhkan kasih dan cinta yang otentik. Masihkah kita mempojokkan wanita di antara kebahagiaan dan ketakbahagiaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyanyian Cinta

Oleh : Bung Muti Berharap adalah satu makna yang tersimpan dan tersembunyi di dalam hati, sebagai perwujudan perasaan, berharap mencintaimu sebagaimana berharap kebahagiaan akan dibangun bersamamu kebahagian irama sebuah cinta dan sebuah rindu. Kau selalu meluluhlantakkan bunyi rintikaan air mata, kau selalu mengoyahkan keyakinan dan sebuah prinsip atas kesungguhan cinta. Ataukah kesungguhan itu adalah dirimu yang menyatu dalam diri dan perasaan ini. Jika malam ini kau merindukkanku dalam sanubari hatimu maka aku juga merasakan apa yang engkau rasakan, bayangan roman kharismamu mengisi malam-malam dan hari-hari yang begitu sendiri dan di isi kesunyian rindu. Akankah kau menjadi melodi, dan irama nyanyian cinta. karena dirimulah aku merasakan cinta yang sesungguhnya. Walaupun raga ini tak dapat melihatmu, namun jiwa ini dapat merasakan indah, dan kecantikan dirimu. Wahai pujaan hati, nyanyiaan cinta, aku akan selalu mengirimkan doa terbaik untukmu.